Pengertian Kas dan Metode Pencatatannya pada Laporan Keuangan

Pengertian Kas – Kas merupakan salah satu istilah yang terdapat dalam dunia akuntansi. Istilah kas biasanya digunakan untuk menggambarkan kepemilikan uang tunai perusahaan. Semakin besar nilai kas sebuah perusahaan, maka semakin besar pula uang tunai yang mereka miliki.

Dalam laporan keuangan, kas dimasukkan ke dalam salah satu bagian dari aset atau pun aktiva lancar. Kedudukan kas dalam aset atau pun aktiva lancar dibuat sejajar dengan kedudukan aktiva lancar lainnya seperti persediaan ataupun piutang dagang.

Dalam dunia bisnis, jumlah kas sebuah perusahaan merupakan salah satu indikator kemampuan atau pun kinerja perusahaan tersebut. Semakin besar nilai kas yang dimiliki oleh perusahaan, maka semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut (dengan syarat nilai aktiva tetap sebanding dengan nilai aktiva lancarnya). Ketika perusahaan memiliki jumlah kas yang besar, pihak – pihak terkait (kreditor, pemasok, pemerintah, lembaga keuangan, investor, dll) perusahaan cenderung akan lebih mempercayai perusahaan tersebut, sehingga aktivitas kerja sama atau pun penanaman modal dapat berjalan dengan lebih lancar.

Definisi dan Pengertian Kas

Istilah kas pada dasarnya berasal dari Bahasa Inggris yaitu kata ‘cash’ yang artinya uang tunai. Oleh karena itu, jika diartikan menurut sumber bahasa atau pun kata pembentuknya, kas merupakan kekayaan milik perusahaan yang berbentuk uang tunai. Jika diartikan secara lengkap, maka pengertian kas adalah uang tunai yang paling likuid ataupun paling cair yang biasanya diposisikan sebagai bagian teratas dari aset milik perusahaan.

Metode Pencatatan Kas Kecil Pada Laporan Keuangan

Arus kas kecil merupakan uang tunai yang sengaja dicadangkan perusahaan untuk membayar pengeluaran – pengeluaran rutin yang besarannya relatif kecil. Dalam pencatatan kas kecil, perusahaan biasanya menggunakan dua metode pencatatan yaitu metode sistem dana tetap dan metode sistem dana berubah – ubah.

  1. Imprest Fund System (system dana tetap)

Metode pencatatan kas kecil yang pertama adalah metode impres fund system. Metode ini dijalankan dengan jalan menetapkan jumlah pencadangan kas kecil perusahaan. Penetapan jumlah cadangan kas kecil ini biasanya bersifat final dan hanya diubah ketika perusahaan merasa bahwa kas yang sudah dicadangkan kurang sehingga perlu ditambah kembali jumlah cadangannya.

  1. Flucuation Fund System (system dana berubah)

Metode pencatatan kas kecil yang kedua adalah metode fluctuation fund system. Berbeda dari metode yang sebelumnya, dalam metode pencatatan kas ini, jumlah kas kecil tidak ditetapkan secara langsung, melainkan disesuaikan dengan kebutuhannya. Dalam pengaplikasian metode pencatatan kas kecil ini,perusahaan sama sekali tidak menetapkan besaran atau pun jumlah kas kecil. Besaran kas kecil pada metode ini selalu berubah – ubah mengikuti kebutuhan kas kecil perusahaan.

Demikianlah tulisan mengenai pengertian kas dan beberapa metode pencatatannya yang bisa kami sampaikan untuk Anda. Semoga bermanfaat!

loading...
Pengertian Kas dan Metode Pencatatannya pada Laporan Keuangan | Adzikra Ibrahim |